ANALISIS KONDISI SANITASI LINGKUNGAN RUMAH PENDERITA PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK SD NEGERI 71 KOTA BANDA ACEH
TAHUN 2009
Kartini1, Saidin Nur2, Zulfikar3
ABSTRAK
Kasus kecacingan umumnya terjadi pada anak-anak yang disebabkan oleh karena kurangnya sanitasi dan perilaku hidup yang bersih dan sehat. Faktor terpenting dari upaya pencegahan cacingan adalah upaya menjaga kebersihan hidup dan sarana sanitasi. Untuk itu perlu dilakukan upaya pengendalian dan pencegahan dari faktor sanitasi tersebut seperti penggunaan jamban, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah rumah tangga, sanitasi makanan dan minuman, pengendalian vektor serta kebersihan rumah dan halaman rumah. Sekolah dasar Negeri 71 merupakan salah satu sekolah dasar di Kota Banda Aceh . Hasil survey kecacingan pada anak sekolah dasar yang dilakukan Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu yaitu 56,9%. ( Dinkes NAD, 2005). Berdasarkan pengamatan awal peneliti terhadap murid SD Negeri 71 Banda Aceh tampak beberapa anak terlihat ciri – ciri menderita cacingan di mana mata mereka tampak cekung, badan kurus, dan jika didalam kelas menurut pendapat guru mereka tampak lesu dan mengantuk tentu saja ini dapat menyebabkan mereka kurang tanggap dalam menerima pelajaran. Dan menurut murid mereka pernah mendapat obat cacing dari Puskesmas dan ada beberapa orang yang ketika buang air besar terdapat cacing dalam kotoranya.
Jenis penelitian ini adalah bersifat diskriptif analitik yaitu ingin mengethaui hubungan antara antara keadaan sanitasi rumah penderita dengan penyakit kecacingan pada anak SD Negeri 71 Kota Banda Aceh tahun 2009 dengan desain cross sectional, yang menjadi populasi adalah seluruh murid SDN 71 Banda Aceh yaitu 180 siswa dan diambil sampel dengan teknik random sampling sebanyak 65 siswa. Data diperoleh dari sekolah dan puskesmas serta melakukan observasi dengan menggunakan check list. Data diolah dengan uji chi-square dan menggunakan program komputer SPPS Versi 12,0 for Windows. Dengan ketentuan Ho diterima jika P<0,05 dan Ho ditolak jika P> 0,05 serta disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.
Hasil penelitian menunjukkan tiga variabel yang diteliti bermakna secara statistik dan mempunyai hubungan dengan terjadinya penyakit kecacingan pada anak SD P Value < 0,05 yaitu pembuangan tinja (P=0,000), sanitasi makanan dan minuman (P=0,001) dan kebersihan rumah dan halaman rumah (P=0,029) serta tiga variabel lainnya tidak bermakna secara statistik P Value > 0,05 yaitu penyediaan air bersih(P=0,107), pembuangan limbah rumah tangga (P=0,052), vektor penular penyakit (P=0,223).
Diharapkan kepada orang tua siswa untuk dapat meningkatkan kualitas sanitasi dan sarana sanitasi yang ada di rumah maupun di lingkungannya, kepada penyelenggara pendidikan dan pihak terkait agar lebih mengutamakan sarana sanitasi di sekolah, seperti jumlah jamban dan kamar mandi dan guru merupakan pengendali kedua setelah orang tua dalam mengontrol perilaku anak, jadi sangat diharapkan peran guru agar anak - anak terhidar dari penyakit kecacingan.
1,2,3Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar